Prospek Perikanan Khususnya Ikan Mas dan Ikan Lele di Kabupaten Garut

Tingkat konsumsi ikan air tawar di Kabupaten Garut, dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal tersebut disertai kesadaran masyarakat akan pentingnya  konsumsi ikan serta merupakan proses peralihan sumber protein hewani dari hasil tangkapan yang semakin menurun.
Ikan lele Sangkuriang merupakan salah satu komoditas unggulan dari 10 komoditas yang dicanangkan oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Ikan ini dihasilkan dengan perbaikan mutu dari lele dumbo yang telah mengalami penurunan kualitas genetik dengan cara silang balik (back cross). Kolam terpal merupakan wadah budidaya dengan proses pembuatan yang lebih cepat, lebih mudah dan praktis dalam pembuatannya, serta membutuhkan modal yang relatif lebih murah, sehingga keuntungan lebih besar.
Permintaan ikan lele dari tahun ketahun semakin meningkat sebagai contoh periode 2007-2008, kenaikan rata-rata produksi lele nasional mencapai 17,95%, sedangkan periode 2009-2010 mencapai 10,83 juta ton atau naik 10,29%  (Khairuman dan Amri, 2011).
Ikan Mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang sudah dikenal oleh masyarakat luas karena memiliki cita rasa yang cukup tinggi, sehingga banyak disukai oleh konsumen. Daging ikan mas yang putih dan lunak memungkinkan untuk dicerna oleh semua umur.  Proyeksi produksi dan kebutuhan ikan mas nasional menurut KKP 2010-2012 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1.  Proyeksi produksi dan kebutuhan ikan mas nasional menurut KKP
2009 – 2012
Rincian
2009
2010
2011
2012
Kenaikan
(%)
Proyeksi produksi (ton)
254.400
267.100
280.400
300.000
138
Kebutuhan benih (ribu ekor)
1.272.000
1.335.000
1.402.000
1.500.000
138
Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten yang berprospek untuk dikembangkan dalam kegiatan perikanan budidaya, dengan lingkungan yang masih didominasi pegunungan, pesawahan, dan lahan lahan kebun yang belum tercemar.   Kecamatan Karangpawitan merupakan salah satu daerah yang cocok untuk berbisnis perikanan air tawar, diantaranya ikan lele dan ikan mas pada lahan pesawahan dengan kondisi perairan yang terus mengalir. Jadi, prospek budidaya ikan lele dan pembenihan ikan mas sangat terbuka luas untuk dikembangkan.
Kabupaten Garut memiliki potensi perikanan air tawar sebesar 26.000 Hektar, mencakup perikanan budidaya dan perikanan tangkap di perairan kolam (kolam air tenang), kolam air deras, mina padi, perairan umum. Potensi budidaya air payau berupa calon areal tambak seluas kurang lebih 1.000 Hektar. Potensi perikanan di Kabupaten Garut digambarkan dalam tabel berikut ini :
Tabel 2 Potensi Perikanan Budidaya Kabupaten Garut
Jenis Kegiatan
Areal
Lokasi
Produksi Perikanan Budidaya
Tersedia
Diusahakan
Kolam
  • Pembesaran
  • Pembenihan
  • KAD
3.500 ha
500 ha
1 ha
3.038,20 ha
198,28 ha
74 unit
183 Desa
40 Kec.
30 Desa
23.643 ton/th
303.311 ribek/th
743,07 ton/th
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s