SUNKIES FISH FARM

Kami merupakan Generasi Muda dan Generasi Baru yang akan mengembangkan potensi perikanan di wilayah khususnya Kabupaten Garut umumnya masyarakat Indonesia dengan visi dan misi.

Visi : 1. Gemar Beli Ikan, 2. Gemar Pelihara Ikan, dan 3. Gemar Makan Ikan

Misi : 1. Mengembangkan potensi dunia perikanan di wilayah Garut dan sekitarnya, 2. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan berwirausaha, dan 3. Menjadikan masyarakat yang gemar makan ikan

Slogan : “Makan ikan pasti pintar

GARUT KOTA INTAN, KOTA DODOL, KOTA DOMBA dan KOTA PERIKANAN…..amiin

Kami melayani jual-beli bibit ikan berbagai macam jenis seperti: ikan mas, nila, lele, nilem, bawal dll

Lokasi : Kp. Cibeureum (+ 500 prapatan simpang ke arah cisurupan)

Contact: 085318644260 / 087870744721

email/fb : sunkies_fishfarm@yahoo.co.id

Pengenalan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas penting dalam bisnis ikan air tawar dunia. Beberapa hal yang mendukung pentingnya komoditas nila adalah

a) memiliki resistensi yang relatif tinggi terhadap kualitas air dan penyakit,

b) memilliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan

c) memiliki kemampuan yang efisien dalam membentuk protein kualitas tinggi dari bahan organik, limbah domestik dan pertanian,

d) memiliki kemampuan tumbuh yang baik, dan

e) mudah tumbuh dalam sistem budidaya intensif.
Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, nila telah lama pula dikembangkan sebagai komoditi ekspor baik dalam bentuk ikan utuh maupun dalam bentuk fillet. Negara-negara pengekspor ikan nila antara lain China, Ekuador, Kuba, Honduras, dan juga Indonesia. Adapun negara-negara yang tercatat sabagai pengimpor ikan nila antara lain Timur Tengah, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat. Kebutuhan ikan nila Amerika Serikat cukup tinggi sedangkan produksi nila domestik belum dapat memenuhi kebutuhannya. Pada tahun 1998 impor nila Amerika Serikat dari manca negara mencapai 45 ton dan pada tahun 1999 meningkat lagi 15% atau sekitar 52 ton (infofish, 2001).

Pengembangan Budidaya nila di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1969. Namun demikian budidaya secara intensif mulai berkembang tahun 1990-an yang berkaitan dengan maraknya budidaya nila di Keramba Jaring Apung. Perkembangan budidaya intensif di Indonesia belum begitu menggembirakan karena beberapa faktor antara lain masih rendahnya efisiensi produksi dan rendahnya harga pasar disamping pengadaan benih dan induk yang bermutu.

Pengkajian teknologi budidaya ikan nila dalam mendukung intensifikasi pembudidayaan diarahkan untuk meningkatkan efisiens produksi, dalam rangka meningkatkan daya saing harga. Beberapa upaya yang berkaitan dengan pengkajian teknologi antara lain pengkajian teknik pembenihan, yang meliputi; kontruksi kolam pemijahan, teknik pengelolaan induk dalam pemijahan (jumlah induk minimal yang dipijahkan dalam rangka menghambat laju silang dalam), teknik produksi benih tunggal kelamin jantan dan benih steril (melalui hormonisasi, YY-Male, dan tetraploidisasi). Sedangkan pengkajian teknik pembesaran diarahkan untuk menghasilkan ikan konsumsi yang memenuhi persyaratan ukuran permintaan ekspor (ukuran ikan minimal 500 gram per ekor) antara lain melalui kajian penggunaan benih tunggal kelamin.

SUNKIES FISH FARM

Kami merupakan Generasi Muda dan Generasi Baru yang akan mengembangkan potensi perikanan di wilayah khususnya Kabupaten Garut umumnya masyarakat Indonesia dengan visi dan misi.

Visi : 1. Gemar Beli Ikan, 2. Gemar Pelihara Ikan, dan 3. Gemar Makan Ikan

Misi : 1. Mengembangkan potensi dunia perikanan di wilayah Garut dan sekitarnya, 2. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan berwirausaha, dan 3. Menjadikan masyarakat yang gemar makan ikan

Slogan : “Makan ikan pasti pintar

GARUT KOTA INTAN, KOTA DODOL, KOTA DOMBA dan KOTA PERIKANAN…..amiin

Kami melayani jual-beli bibit ikan berbagai macam jenis seperti: ikan mas, nila, lele, nilem, bawal dll

Lokasi : Kp. Cibeureum (+ 500 prapatan simpang ke arah cisurupan)

Contact: 085318644260 / 087870744721

email/fb : sunkies_fishfarm@yahoo.co.id

Prospek Perikanan Khususnya Ikan Mas dan Ikan Lele di Kabupaten Garut

Tingkat konsumsi ikan air tawar di Kabupaten Garut, dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal tersebut disertai kesadaran masyarakat akan pentingnya  konsumsi ikan serta merupakan proses peralihan sumber protein hewani dari hasil tangkapan yang semakin menurun.
Ikan lele Sangkuriang merupakan salah satu komoditas unggulan dari 10 komoditas yang dicanangkan oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Ikan ini dihasilkan dengan perbaikan mutu dari lele dumbo yang telah mengalami penurunan kualitas genetik dengan cara silang balik (back cross). Kolam terpal merupakan wadah budidaya dengan proses pembuatan yang lebih cepat, lebih mudah dan praktis dalam pembuatannya, serta membutuhkan modal yang relatif lebih murah, sehingga keuntungan lebih besar.
Permintaan ikan lele dari tahun ketahun semakin meningkat sebagai contoh periode 2007-2008, kenaikan rata-rata produksi lele nasional mencapai 17,95%, sedangkan periode 2009-2010 mencapai 10,83 juta ton atau naik 10,29%  (Khairuman dan Amri, 2011).
Ikan Mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang sudah dikenal oleh masyarakat luas karena memiliki cita rasa yang cukup tinggi, sehingga banyak disukai oleh konsumen. Daging ikan mas yang putih dan lunak memungkinkan untuk dicerna oleh semua umur.  Proyeksi produksi dan kebutuhan ikan mas nasional menurut KKP 2010-2012 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1.  Proyeksi produksi dan kebutuhan ikan mas nasional menurut KKP
2009 – 2012
Rincian
2009
2010
2011
2012
Kenaikan
(%)
Proyeksi produksi (ton)
254.400
267.100
280.400
300.000
138
Kebutuhan benih (ribu ekor)
1.272.000
1.335.000
1.402.000
1.500.000
138
Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten yang berprospek untuk dikembangkan dalam kegiatan perikanan budidaya, dengan lingkungan yang masih didominasi pegunungan, pesawahan, dan lahan lahan kebun yang belum tercemar.   Kecamatan Karangpawitan merupakan salah satu daerah yang cocok untuk berbisnis perikanan air tawar, diantaranya ikan lele dan ikan mas pada lahan pesawahan dengan kondisi perairan yang terus mengalir. Jadi, prospek budidaya ikan lele dan pembenihan ikan mas sangat terbuka luas untuk dikembangkan.
Kabupaten Garut memiliki potensi perikanan air tawar sebesar 26.000 Hektar, mencakup perikanan budidaya dan perikanan tangkap di perairan kolam (kolam air tenang), kolam air deras, mina padi, perairan umum. Potensi budidaya air payau berupa calon areal tambak seluas kurang lebih 1.000 Hektar. Potensi perikanan di Kabupaten Garut digambarkan dalam tabel berikut ini :
Tabel 2 Potensi Perikanan Budidaya Kabupaten Garut
Jenis Kegiatan
Areal
Lokasi
Produksi Perikanan Budidaya
Tersedia
Diusahakan
Kolam
  • Pembesaran
  • Pembenihan
  • KAD
3.500 ha
500 ha
1 ha
3.038,20 ha
198,28 ha
74 unit
183 Desa
40 Kec.
30 Desa
23.643 ton/th
303.311 ribek/th
743,07 ton/th
Sumber: Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, 2010

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal – Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.

Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan iklan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar.

Dalam budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dijalani dengan dua tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi. Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula.

Budidaya Iklan Lele Untuk Pembibitan

Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi

Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Dalam persiapan kolam terpal dibutuhkan material berupa terpal dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi terpal. Cara menggali tanah yang kemudian diberi terpal adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi terpal lebih tahan lama.

Pemeliharaan Ikan Lele

Kolam terpal yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpon atau pelindu untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.